Calegku Gagal, Calegku Malang....

Posted by Ringo Punya under
Assalamualaikum Wr.Wb

Usai sudah perhelatan Pemilhan Umum (Pemilu) Legislatif..Tanggal 9 April 2009 merupakan tanggal perhelatan tersebut yang para pengamat politik bilang Pesta Demokrasi. Hari yang tidak akan dilupakan oleh sebagian atau seluruh rakyat bangsa ini. Event ini bertujuan untuk memilih para wakil rakyat yang duduk di DPRD, DPD (yang laennya lupa soalnya kebanyakan c..^^ V) untuk mewakili aspirasi rakyat (walaupun aspirasi rakyat gak tau apakah udah disampekan ato blm..??)
Para pemimpin (sebut Caleg), berlomba- lomba untuk menarik perhatian dari rakyat agar nantinya bisa terpilih menjadi Caleg. Berbagai cara dilakukan, misal memasang baleho yang memampangkan wajah serta visi dan misi, membagikan brosur, menempelkan stiker bergambar dirinya di dinding2 ato bagian lainnya dimana orang tanpa sadar melihatnya-pasar,mobil,ponten,giras.dll-, lebih keren lagi pake facebook - lg trend nih-. Berbagai janji diumbar (koyok opo ae)..untuk meyakinkan masyarakat bahwa orang ini benar-benar serius dalam pencalonannya sebagai Caleg.(sampai kadang2 aq sampe risih melihatnya)..Berbagai upayapun dilakukan untuk menarik simpati misal mengadakan bazar( yg disponsori caleg dan partainya),memberikan sumbangan pada Musholla, bahkan yang palin menggelikan (ini menurutku,entah jika anda berpendapat laen) ikut senam pagi beserta ibu2 di dekat daerah saya.Upaya ini bertujuan untuk menarik simpati masyarakat walaupun dengan cara nyelenehpun dilakukan oleh para caleg ini (dengan harapan bisa mendapatkan simpati dari warga dan mau memberikan suaranya dalam Pencontrengan)
Dalam melakukan event2 ini tidak dikeluarkan biaya yang sedikit (entah darimana si Caleg ini dapat dana, apakah dananya sendiri,sponsor,yang masih sekarang belum jelas ketransparanan nya ). Apakah si Caleg ini sudah yakin akan mendapatkan suara yang banyak dengan mengadakan event seperti itu.? Bisa saja masyarakat hanya mengambil keuntungan dari pemberian Caleg- siapa tau..??-dan si caleg pun sudah berandai andai sudah merasakan duduk di dewan jika ia menang nantinya. Mmhh..memang sulit klo memberi tapi mengharapkan apa2 di belakang nanti..disampin tidak iklas ini juga menimbulkan bayangan yang semu/ ketidak jelasan tentang 'kemenangan' caleg yang lagi-lagi semu karena ia sudah 'berkorban' banyak(dana,tenaga,dll) hanya untuk mendapatkan kursi di dewan yang diperebutkan bukan hanya ratusan tapi ribuan orang yang memiliki cita-cita ato keinginan serupa...
Memang, aturan baru ini membolehkan siapa saja untuk menjadi caleg..(bahkan di suatu koran digambarkan bahwa seoarang gembelpun bisa jadi Caleg)Dengan hanya menjadi salah satu anggota partai dan mencalonkan diri jadi Caleg deh.. (tp aq gak tau gmn prosedurnya )
dengan alasan 'menyampaikan' aspirasi rakyat, angan-angan untuk mendapatkan kekayaan dari gaji dan tunangan dewan (bukan maen gedenya) sudah dibayangkan oleh Caleg, inilah letak ketidak iklasan mereka. Mereka tidak benar - benar ingin membawa aspirasi dari rakyat untuk membawa perubahan yang lebih baik tapi membayangkan, "berapa duit yang saya dapat jika menjadi anggota dewan.?( saya tidak mengesampingkan caleg yang benar-benar membawa aspirasi rakyat dan ingin membawa perubahan yang lebih baik.Semoga ALLAH membalasnya), makannya ada suatu gurauan, jika ingin kaya ya jadi caleg aj,...Disamping harapan-harapan semu itu juga di dampingi pandangan tentang kemungkinan terburuk, misal bagaimana jika ia tidak terpilih..?? harus diterima dengan lapang dada.(ini yang masih sulit dilakukan di negeri ini..bukan hanya di daerah aj tp elit politik di sana saya rasa masih belum bisa melakukan tindakan seperti ini..) jika kalah ya sudah..karena kita ini melakukan sistem demokrasi yang menyetujui suatu hasil dengan perolehan suara terbanyak ,ini salah satu kelemahan demokrasi dengan mengambil suara terbanyak, beruntug klo suara terbayak itu di peroleh oleh caleg yang berkompeten dan benar -benar ingin membawa perubahn yang lebih baik seperti yang saya gambarkan di atas jika diperoleh caleg yang hanya mikir dirinya sendiri dan golongannya..? wah tunggulah kehancurannya...
Setelah Pemilu dilakukan dan hasilnya dipublikasikan (meski saat ini belum final) banyak caleg yang stress karena suara yang ia terima tidak banyak dan tidak sesuai yang ia bayangkan,merasa tidak terima dengan mempengaruhi massa bahwa telah terjadi kecurangan seperti yang telah diberitakan di media.Mengatakan bahwa "Pemillu kali ini adalah pemilu terburuk selama era reformasi.."seperti diungkapkan oleh suatu parpol karena mendapatkan suara kurang memuaskan. Dari kejadian ini banyak sekali caleg yang depresi,stress karena tidak terpilihnya ia mjd caleg,terlilit utang yang buaaanyak, sampe ada yang bunuh diri karena depresi dan malu padahal ia lagi hamil...(semoga ALLAH mengampuninya) bahkan caleg yang satu ini udah keterlaluan (Kebacut- orang surabaya bilang-) bagaimana tidak..?sebelum pemilu ia memberikan sumbangan untuk Musholla, setelah pemilu dan ia gagal, ia menarik lagi sumbagannya. Ini membuktikan bahwa caleg ini tidak serius dan hanya mementingkan dirinya sendiri..bukan hanya itu dengan metode yang sama (memberikan sumbangan ke sekolah berupa bangku),setelah pemilu dan ia gagal, ia menarik sumbangannya itu.....Aduuuuhhhh bagaimana klo seandainnya caleg2 itu terpilih jadi Caleg beneran..(Taoh lah... -orang madura bilang-)

Semoga saja para Caleg yang terpilih benar-benar tau, bahwa mereka adalah 'pesuruh' rakyat. Yang namanya membawa aspirasi rakyat berarti mereka disuruh oleh rakyat to...dan mereka ini telah membawa amant rakyat dan harus bisa membawa perubahan ke arah yang baik..dan ingat ubtuk para caleg terpilih bahwa kami (rakyat) tidak bisa mengawasi secara langsung kerja anda tapi ingatlah ALLAH maha melihat dan Ia meliputi segala sesuatu dan tau rahasia dalam hatimu..

semoga sekrumit unek2 ini bisa membuat kita sadar untuk pemilu kedepannya

Wassalamualaikum Wr Wb

0 komentar: